Khofifah Gandeng 63 Kampus Islam Untuk Kuliahkan 1.600 Guru Madin Jatim Dengan Beasiswa

Rabu, 29 Mei 2019, 09:21:06 WIB - 4 View
Share

Dalam rangka merealisasikan program pemberian beasiswa untuk guru madrasah diniyah (madin) agar bisa kuliah di jenjang S1 dan S2, Selasa (9/4/2019), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengadakan MoU dengan 63 perguruan tinggi keagamaan Islam di Jawa Timur.

Rincian kerjasama dengan 34 perguruan tinggi program keagamaan untuk program sarjana S1, sebanyak 17 perguruan tinggi program keagamaan program Magister S2, dan sebnyak 12 Ma'had Aly untuk program sarjana S1.

Penandatangan MoU dengan 63 perguruan tinggi program keagamaan itu dilakukan untuk melaksanakan pemberian beasiswa 1600 guru madin agar bisa melanjutkan kuliah jenjang S1 dan S2.

Kami ingin dengan MoU ini, para perguruan tinggi program keagamaan bisa membantu Pemprov untuk meningkatkan kualitas guru madin dalam rangka meningkatkan kualitas siswa kita yang mengambil program pendidikan di madrasah diniyah," kata Khofifah.

Total tahun ini ada sebanyak 1.600 guru diniyah di Jawa Timur yang diberikan beasiswa kuliah. Yang terinci atas 1.020 guru madin untuk kuliah S1, kemudian sebanyak 340 orang guru madin mendapat beasiswa kuliah S2, dan juga sebanyak 240 orang guru madin yang mendapatkan beasiswa S1 di Ma'had Aly.

"Di Jawa Timur punya kekuatan luar biasa, ada sebanyak 6006 pesantren, dan juga ada Ma'had Aly yang menjadi pelopor di Indonesia," kata Khofifah.

Guna meningkatkan kualitas dari guru madrasah diniyah, Pemprov Jawa Timur melanjutkan program pemberian beasiswa untuk para guru madin.

"Apa yang sudah dilakukan oleh Pakde Karwo mulai jaman Pak Imam yaitu memberikan beasiswa guru madin sampai S1. Nah mulai tahun ini kita ada pemberian beasiswa S2 ke guru madin, dan juga beasiswa S1 untuk Ma'had Aly, ini baru," tegas Khofifah.

Para penerima beasiswa ini bakal mendapatkan beasiswa pendidikan per mahasiswa dengan nilai Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Mereka akan menempuh pendidikan delapan semester untuk S1 dan empat semester.

"Kami berharap kalau guru madin semakin memiliki intelektual maka proses belajar mengajar madin bisa lebih baik. Mulai dari kualitas metodologi belajarnya, penyempurnaan kurikulum daj juga proses belajar mengajarnya," tegas Khofifah.

Sementara Sekdaprov Jawa Timur, Heru Tjahjono menyakini, para penerima beasiswa program ini akan mendapatkan seleksi membaca kitab kuning. Yaitu tes fathul qulub untuk program S1, fathul muin untuk program studi magister S2, dan untuk penerima beasiswa Ma'had Aly tesnya disesuaikan dengan program studinya. Di samping ada seleksi membaca kitab kuning, peserta juga mengikuti seleksi administrasi dan akademik," kata Heru.

"Kami harap perguruan tinggi yang ditunjuk dapat melaksanakan amanah agar bisa meningkatkan kualitas guru madin di Jawa Timur," pungkasnya.

Sumber: http://suryamalang.tribunnews.com/


Berita lainnya:
Kemenristekdikti Bikin Program Unik, Dosen Dibayar untuk Merenung
Prof. Arskal Salim : PTKIS harus mendapat penguatan Akreditasi dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

STIT RADEN SANTRI GRESIK

STIT RADEN SANTRI GRESIK Jl. Dermaga Sungaiteluk Sangkapura Bawean Gresik, 61181, INDONESIA.
Telp +62 325 421 047 | Fax +62 325 421 047 | Email: info@stit-rsg.ac.id

© 2019 IT STIT RADEN SANTRI Follow STIT RADEN SANTRI: Facebook Twitter Youtube