Kuliah Umum Mahasiswa Program Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah, Gubernur Jatim : Mahasiswa Harus Ambil Peran di Era industry 4.0

Rabu, 02 Oktober 2019, 12:15:00 WIB - 25 View
Share

Surabaya, 24 September 2019 - Sekitar 1000 lebih mahasiswa Program Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah mengikuti Kuliah umum di Islamic Centre Surabaya pada hari selasa, 24 September 2019. Kegiatan ini menandai dimulainya kuliah bagi mahasiswa program peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah S1, Ma’had Ali maupun S2 yang didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mahasiswa yang berasal dari 34 Perguruan Tinggi Negeri dan swasta yang menjadi penyelenggara program tersebut hadir bersama pimpinan dan 30 orang mahasiswa tiap PTKIN, PTKIS dan ma;had Ali. STIT Raden Santri menjadi salah satu PTKIS yang mendapat kesempatan sebagai penyelenggara Program Beasiswa peningkatan Kualifikasi Guru Madin tahun 2019.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan orasi ilmiahnya tentang “Tantangan mahasiswa di Era Industri 4.0”. Gubernur menegaskan bahwa mahasiswa selayaknya tidak hanya menjadi penonton semua kemajuan di era revolusi Industri, namun harus menjadi bagian perubahan yang terjadi. Mahasiswa harus mampu menangkap semua peluang dan menjawab segala tantangan yang dihasilkan oleh “era disruption”.

Tantangan terbesar dalam kehidupan beragama. Saat ini sikap dan cara beragama masyarakat mengalami perubahan. Otoritas kegamaan bukan beraasal dari tokoh agama, ustadz atau Kyai yang memiliki sanad dan kapasitas keilmuan agama yang mumpuni, namun digantikan oleh sosial media yang tanpa tahu kebenaran dan otoritas penulisnya. Fenomena ini memicu lahirnya pola keberagamaan yang radikal, mudah menyalahkan dan melahirkan sikap intoleran. Ini merupakan tugas besar dari mahasiswa program madin yang harus mampu mewarnai sosial media dengan konten-konten yang menawarkan islam ramah dan rahmatan lil alamin.

Di samping itu peran pesantren juga memiliki peran strategis dalam mewarnai peradaban di tengah revolusi industry. Sehingga pesantren harus memiliki kemandirian dalam ekonomi. Melalai program OPOP (one pesantren one product) pemerintah Jawa Timur akan mempersiapkan pesantren sebagai penggerak ekonomi di Jawa Timur. Jika pesantren telah mandiri secara ekonomi maka esantren dapat mengembangkan diri secara leluasa serta mampu menyejahterakan santrinya.

@Ida


Berita terkait lainnya:
Tingkatkan Mutu Skripsi, STIT Raden Santri Mengundang Penguji Tamu
Pengenalan Lapangan Persekolahan : Mempersiapkan Guru PAI Profesional

STIT RADEN SANTRI GRESIK

STIT RADEN SANTRI GRESIK Jl. Dermaga Sungaiteluk Sangkapura Bawean Gresik, 61181, INDONESIA.
Telp +62 325 421 047 | Fax +62 325 421 047 | Email: info@stit-rsg.ac.id

© 2019 IT STIT RADEN SANTRI Follow STIT RADEN SANTRI: Facebook Twitter Youtube